Cara Membuat Ogoh Ogoh Dengan Bahan Ramah Lingkungan

Alvindwiputra.id – Pulau Dewata Bali memang selalu menjadi topik pembahasan yang menarik untuk diperbincangkan. Bali tak hanya terkenal akan keindahan wisata alam dan pantainya yang memukau saja, karena pulau ini juga terkenal akan adat serta kebudayaannya.

Adat istiadat dan kebudayaan Masyarakat Bali yang masih terjaga keasliannya hingga saat ini menarik banyak wisatawan yang ingin melihatnya dan mengikutinya secara langsung. Salah satu kebudayaan yang menarik sekaligus menghibur yang ada di Bali adalah ogoh-ogoh.

Advertising

Cara Membuat Ogoh Ogoh Dengan Bahan Ramah Lingkungan

Ogoh Ogoh Dengan Bahan Ramah Lingkungan - Alvindwiputra.id

Ogoh-ogoh merupakan salah satu seni kebudayaan Bali yang menghibur dan memang sangat menarik untuk dilihat. Tak hanya dijadikan sebagai hiburan saja, bagi penduduk setempat ogoh-ogoh juga dianggap mempunyai makna tersendiri. Ogoh-ogoh ini tak hanya menjadi seni kebudayaan yang terkenal di Indonesia saja, tetapi juga sudah terkenal di seluruh dunia.

Pada mulanya, ogoh-ogoh ini hanya bisa dibuat dari bahan-bahan tertentu saja, tetapi saat ini ogoh-ogoh dapat dikreasikan dari semua jenis bahan yang bisa digunakan untuk membuatnya, termasuk dari bahan yang ramah lingkungan. Tapi, bagaimana cara membuah ogoh ogoh dengan bahan ramah lingkungan? Karena tidak terburu-buru, maka sebelumnya akan diberikan sedikit diulas tentang ogoh-ogoh sebagai informasi pembuka.

Sebelum ditemukan bahan ramah lingkungan untuk membuat ogoh-ogoh, ogoh-ogoh dibuat menggunakan bahan dasar gabus atau styrofoam. Namun, fungsi ogoh-ogoh yang pasti akan dibakar membuat pemerintah setempat melarang pemakaian gabus sebagai bahan untuk membuat ogoh-ogoh karena dapat menganggu kesehatan tubuh dan dapat merusak lingkungan. Pasalnya, di dalam gabus atau styrofoam terdapat kandungan zat-zat kimia yang berbahaya dan jika terbakar, zat-zat kimia tersebut akan merusak ekosistem alam serta dapat menganggu kesehatan manusia, khususnya dalam sistem pernapasan.

Walaupun demikian, semua pengrajin lebih suka menggunakan gabus untuk membuat ogoh-ogoh. Hal ini disebabkan karena prosesnya lebih cepat dan bentuk yang dihasilkan juga jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan menggunakan bahan dasar lainnya. Namun, karena penggunaan gabus sudah tidak diperbolehkan oleh pemerintah setempat, para pengrajin ogoh-ogoh tersebut mencari alternatif lain dengan menggunakan bahan yang ramah terhadap lingkungan.

Bahan yang dimaksudkan adalah bubur kertas, sekilas bentuk dan teksturnya sangat mirip dengan gabus saat sudah kering dan terbentuk tetapi proses pembuatannya akan jauh lebih susah serta akan memakan waktu yang lebih lama, sehingga akan berpengaruh pula pada harga jualnya. Selain itu, hanya ada beberapa orang pengrajin saja yang sudah menguasai cara membuat ogoh ogoh dengan bahan ramah lingkungan.

Bahan dan Peralatan Ogoh Ogoh

Ogoh-ogoh merupakan salah satu karya seni, khas Pulau Bali yang hanya dibuat setahun sekali yaitu menjelang hari raya sepi. Oleh karena itu, proses pembuatannya pun tidak boleh sembarangan dan memerlukan kesabaran ekstra, karena proses pembuatannya menggunakan bahan ramah lingkungan sangatlah rumit. Adapun caranya adalah sebagai berikut ini :

Sebelum membuatnya, tentu hal utama yang harus dipenuhi dan disiapkan terlebih dahulu adalah bahan-bahan beserta peralatan yang akan digunakan, yang berupa :

  • Bubur kertas
  • Gulungan bambu yang sudah diiris
  • Kerangka besi
  • Jaring kawat
  • Tali
  • Kertas semen
  • Plamir tembok
  • Alat las
  • Amplas
  • Bambu untuk alas
  • Cat
  • Rambut
  • Kertas
  • Kain
  • Kayu balok

6 Tahapan Proses Pembuatan Ogoh Ogoh

Setelah menyiapkan bahan dan peralatan tersebut, barulah bisa dilakukan proses pembuatannya. Adapun pengaplikasian pembuatan ogoh-ogoh menggunakan bubur kertas yang ramah lingkungan, adalah :

  1. Langkah awal yang harus dilakukan sudah pasti adalah dengan membuat kerangkanya terlebih dahulu. Caranya, dengan menggunakan kayu atau besi untuk membentuk rangkaian dasar.
  2. Tahapan selanjutnya yang harus dipenuhi adalah dengan membuat bentuk badan dari cetakan bubur kertas yang sudah dikeringkan. Potonglah cetakan bubur kertas yang sudah kering tersebut sesuai dengan bentuk badan yang diinginkan. Kemudian, tempelkan bentuk badan tersebut pada kerangka yang sudah dibuat sebelumnya.
  3. Setelah ogoh-ogoh nya sudah terbentuk, maka haluskan setiap bagiannya menggunakan amplas, kemudian berilah lapisan kertas di setiap bagiannya.
  4. Setelah itu, berikan warna pada ogoh-ogoh menggunakan cat dasar terlebih dahulu dan dapat diperindah lagi menggunakan cat lainnya sesuai dengan kebutuhan.
  5. Saat sudah selesai mengecat, ogoh-ogoh dapat dihiasi menggunakan aksesoris seperti kain dan aksesoris lainnya yang diperlukan.
  6. Dan yang terakhir jangan lupa untuk memberikan bambu sebagai alasannya, atau yang disebut dengan sanan.

Bonus Koleksi Gambar Ogoh-Ogoh

Koleksi Gambar Ogoh-Ogoh 1 - Alvindwiputra.id

Koleksi Gambar Ogoh-Ogoh 2 - Alvindwiputra.id

Koleksi Gambar Ogoh-Ogoh 3 - Alvindwiputra.id

Koleksi Gambar Ogoh-Ogoh 4 - Alvindwiputra.id

Koleksi Gambar Ogoh-Ogoh 5 - Alvindwiputra.id

Ada beberapa video dokumentasi yang bisa kalian nikati, gimana fetival Ogoh-Ogoh tersebut, silahkan lihat beberapa video tentang fastival Ogoh-ogoh di berbagai tempat di bali.

  Munggu Village (HD) – Ogoh Ogoh 2015

Ubud 2013

Parade Ogoh-ogoh

Denpasar Bali (HD) – Ogoh ogoh 2015

Nah, itu saja informasi yang dapat diberikan seputar cara membuat ogoh ogoh dengan bahan ramah lingkungan. Walaupun proses pembuatannya terlihat mudah, namun sebenarnya cukup sulit dan rumit, serta membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya.

Incoming search terms:

  • cara membuat ogoh ogoh
  • cara membuat ogoh ogoh bali
  • cara membuat ogoh ogoh dengan bambu
  • cara membuat ogoh ogoh dari koran
  • cara membuat kerangka ogoh ogoh
  • cara membuat ogoh ogoh kecil dari bambu
  • cara membuat ogoh ogoh dari bambu
  • cara pembuatan kepala ogoh ogoh
  • cara buat ogoh ogoh
  • cara membuat kerangka ogoh ogoh dari bambu

May 13, 2016 - Posted by alvindwiputra - No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *